Renungan Malam

Jika kita melihat indahnya bulan di malam hari. Sama hal dengan diri ini, pernahkah bertanya inginkah kita bercahaya juga sepertinya?

Hmm.. pastinya dalam benak kita bertanya lagi “bercahaya..?” Apa yang bercahaya? Mata? Tubuh? atau wajah kita?

Sebentar, mari kita telaah lebih dalam lagi apa sebenarnya yang ada di dalam diri ini. Di ibaratkan seperti di kegelapan malam, sesungguhnya kita sedang membelakangi cahaya matahari, tak seperti bulan yang sedang menghadap cahaya itu..

Sungguh indah cahaya yang di pancarkan dan memancar sama dengan sumber cahayanya. Sama hal juga di dalam diri ini, didalam diri kita ada hati. Pernahkah mengira hati kita bisa bercahaya? Hmm.. hati ini adalah cermin..

Mungkin kita semua tahu dan umum di bicarakan bahwa hati ini adalah cermin. Tapi hanya sedikit orang yang bisa meyakini dan hidup dengan apa yang ada di dalam hati ini, kenapa?.. Karena setiap orang memancarkan cahaya hatinya sesuai dengan wajah siapa yang ia hadapi. Siapa wajah yang di pantulkannya? Diri? Orang lain? Semua itu akan bersesuaian dengan siapa ia bercermin.

Ya Allah hamba memohonkan ampunan dan keridhoan engkau, biarkan hati ini bercermin kepadamu saja.. Hanya engkaulah yang mempunyai nama-nama yang maha indah dan tiada yang bisa menandingimu..

“Ampunanmu Ya Allah.. hati ini berucap menyebut asmamu Allah.. Allah.. Allah.. Hamba rindu engkau Ya Allah..”

 

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ditulis pada Uncategorized | 6 Komentar